Konsep Agroprima

VISI :

Menjadi perusahaan agroindustri yang tangguh yang mampu menyediakan produk berkualitas halalan thoyyiban serta mampu bersaing dalam skala regional maupun nasional yang dapat memberikan peningkatan kesejahteraan umat

 

MISI :

Mengeluarkan produk-produk olahan pertanian yang unggul, berkualitas, dan memiliki daya saing;

Menerapkan prinsip halal dan thoyyib dari pengolahan bahan baku sampai produk jadi;

Menjamin rantai pasokan bahan baku dan meningkatkan taraf kesejahteraan petani; dan

Menjalin kemitraan ekonomi berwawasan pemberdayaan umat/ sosial.

Penjabaran atas Visi dan Misi Perusahaan :

PRODUK

1. Olahan Produk Pertanian

Indonesia merupakan Negara agraris, dimana sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah dari sector pertanian. Hasil pertanian digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti produk pangan maupun produk penunjang kehidupan lain seperti untuk kebutuhan kosmetika, perawatan tubuh, dan berbagai kebutuhan rumah tangga. Bermula dari memasarkan dan memproduksi susu kambing hasil petani dan peternak di Yogyakarta, kini berkembang hingga mengolah produk pertanian lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin banyak.

Kandang Kambing

2. Berkualitas (Quality)

Produk-produk yang dihasilkan adalah produk-produk yang berkualitas. Berbagai penghargaan telah diterima oleh Agroprima seperti Juara 1 Gugus Kendali Mutu tingkat Nasional, Fasilitasi Sertifikasi Produk Halal, dan Sertifikasi HACCP merupakan deretan prestasi yang pernah diterima oleh Agroprima. Hal ini menunjukkan kualitas produk dan proses produksi yang baik dan memiliki daya saing dengan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang lain.

3. Harga Terjangkau (Cost)

Harga produk yang terjangkau oleh segmen pasar yang mengkonsumsi produk-produk Agroprima adalah sebuah keniscayaan. Tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat menengah atas namun dengan berbagai produk premiumnya, Agroprima juga memproduksi produk-produk yang dibutuhkan kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Produk dengan berbagai brand juga menunjukkan bahwa produk-produk yang dihasilkan memang menjangkau berbagai kalangan di berbagai wilayah di Indonesia bahkan konsumen dari Mancanegara.

4. Mudah Diperoleh (Delivery)

Produk-produk yang dikeluarkan oleh Agroprima mudah dijumpai di berbagai tempat. Berbagai perusahaan jejaring ikut memasarkan produk-produk agroprima, hal ini semakin meningkatkan daya jelajah produk di seluruh wilayah di Indonesia. Selain itu Agroprima juga membuat berbagai channel distribusi yang dikelola sendiri sehingga ada Warehouse di setiap Propinsi, ada Grosir di setiap Kota/ Kabupaten, ada Warung di setiap Kecamatan sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk-produk halal dan berkualitas di berbagai penjuru Indonesia.

PENGOLAHAN / PROSES PRODUKSI

Hukum asal segala sesuatu (benda) adalah halal kecuali yang jelas-jelas diharamkan oleh Allah. Yang halal sudah jelas dan yang haram juga sudah jelas. Namun diantara itu ada syubhat, bukan hanya syubhat sumbernya, syubhat cara mendapatkannya, namun juga syubhat proses produksinya.Proses Susu Bubuk Kambing Etawa

Inilah yang kemudian membuka kesempatan yang besar bagi Agroprima untuk memastikan setiap produk yang dihasilkan memenuhi kaidah halal dan thoyyib. Jaminan produk halal itu bukan hanya tertuang dalam perundang-undangan dan berbagai peraturan yang berlaku, namun merupakan amal ikhsan yang harus dilaksanakan dengan penih keikhlasan. Apa gunanya mendapatkan keuntungan yang besar jika harus diganti dengan memasukkan unsur-unsur yang diharamkan oleh Allah dalam proses produksi. Belum lagi dosa yang harus ditanggung jika unsur-unsur haram tadi masuk ke mulut setiap yang beriman kepada Allah dan hari akhir.

Oleh karena itu Agroprima melakukan Pengawasan internal sistem jaminan halal dan thoyyib. Semacam Dewan Pengawas Jaminan Halal dan Thoyyib dimana Pengawas internal ini berasal dari pengurus MUI tingkat Propinsi (MUI DIY) atau Anggota team LPOM MUI yang bertugas mengawasi pelaksanaan protokol Halal dan thayyib di dalam perusahaan.

Pengawasan internal ini dilakukan secara rutin 1 bulan sekali dan perlu dilakukan sidak minimal 4 kali dalam satu tahun. Objek pengawasan internal mencakup seluruh faktor produksi (Material,Machine, Man, Money, Methode, dan Environment). Adapun penanggungjawab opersional harian terkait dengan proses produksi dilakukan oleh Manager Produksi Umum dan Pengawas Produksi tiap Devisi Produksi.

Adapun penjelasan faktor produksi dan penjelasannya adalah sebagai berikut :

1. Material

Bahan baku halal dan thoyyib. Disortir dan menghindarkan menggunakan bahan baku yang berkualitas rendah dan didapat dari sumber yang syubhat.

2. Machine

Kebersihan mesin dan peralatan kerja yang digunakan dijamin, bebas dari najis berat maupun ringan. Baik sebelum digunakan, ketika digunakan, maupun selesai digunakan.

3. Man

Sumber daya manusia yang menangani bahan baku, mesin, maupun administrasi adalah pribadi yang menjaga sholat 5 waktu dan memiliki keahlian. Amanah dalam menjalankan setiap tugas dan menyempurnakan pekerjaan dengan perbuatan baik.

4. Money

Sumber uang untuk modal maupun operasional terbebas dari riba

5. Metode

Standarisasi produk dan proses produksi dicapai jika ada ketaatan pada SOP yang ditetapkan oleh perusahaan. Setiap orang harus memahami dan mentaati SOP yang telah ditetapkan. Berusaha menyempurnakan dan berkontribusi untuk memperbaiki pekerjaan yang ditangani dengan menerapkan budaya kerja KAIZEN (Perbaikan terus menerus/ Continues Improvement)

6. Environment

Faktor lingkungan sering diabaikan oleh banyak perusahaan karena tidak memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan produk yang dihasilkan. Namun di Agroprima memandang bahwa factor lingkungan adalah factor pendukung yang tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan semua factor produksi yang lain. Bagaimana masyarakat mendukung seluruh aktifitas yang dilakukan oleh perusahaan. Bagaimana iklim usaha yang sehat itu diciptakan melalui interaksi yang saling menghormati dan menguntungkan. Jadi iklin usaha yang sehat bukan hanya super system dimana perusahaan tidak mampu memberi pengaruh yang baik dan hanya menerima apapun kondisinya. Agroprima meyakini bahwa perusahaan yang baik pasti akan membawa kebaikan dimanapun perusahaan itu berdiri.

RANTAI PASOKAN (SUPPLY CHAIN)

Perlu ada jaminan pasokan bahan baku dari petani. Hal ini tidak akan terwujud jika tidak ada hubungan yang baik dengan para petani. Bukan hanya dari segi kualitas bahan baku saja, namun juga terkait dengan jumlah dan waktu pasokan. Dimana bahan baku selalu ada saat dibutuhkan, jika memang perlu ada stock untuk stabilisasi pasokan dipastikan tidak mengurangi kualitas bahan baku dan menimbulkan biaya yang sangat besar untuk menanganannya. Jumlah supplier bahan baku tidak boleh tunggal. Perlu menjalin kerjasama dengan beberapa supplier bahan baku untuk menjaga kuantitas dan kualitas bahan baku. Untuk itu perlu evalusi rutin terhadap supplier.

Pemahaman terhadap jaminan rantai pasokan bukan hanya terkait dengan bahan baku dan factor produksi yang dibutuhkan, namun juga mencakup pemahaman penting bahwa yang disebut dengan konsumen kita sebenarnya bukan hanya konsumen akhir namun juga bagian2 dalam internal perusahaan. Contoh : Bagian produksi B adalah konsumen dari bagian produksi A (sebelumnya). Sehingga setiap karyawan hanya akan memberikan produk terbaik kepada bagian produksi setelahnya. Tidak akan menghasilkan produk cacat atau kualitas rendah kepada rekan kerja yang menerima produk buatannya. Di bagian ini manajemen produksi harus dikawal betul sehingga tidak menghasilkan produk yang cacat atau mengecewakan antar bagian dalam perusahaan.

Dan terakhir, bukan hanya menjamin rantai pasokan bahan baku, dan rantai pasokan pada setiap bagian produksi, rantai pasokan juga harus memberikan jaminan pasokan sampai kepada konsumen paling akhir dari produk-produk yang dihasilkan. Bagaimana produk Agroprima bisa mudah diperoleh pada tempat yang membutuhkan, dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan, dan dalam waktu yang tepat. Dimana manajemen pergudangan adalah aktifitas yang terkait dengan pesanan setiap channel distribusi dan data produksi sehingga tidak ada produk yang baik masuk ke gudang, namu ketika keluar gudang produk menjadi rusak, dsb.

 

 NETWORKING